Solusi Rumah Lahan Memanjang Di Perkotaan

Awalnya Ibu Witrianti memiliki rumah lahan memanjang seluas 120 m3. Namun ia berhasil membeli tanah seluas lebih kurang 130 m1 lagi di belakang dan samping rumah sehingga bentuk tanah yang berada di hoek tersebut menjadi lebih panjang ke belakang. Pengembangan yang diinginkan adalah menambah 2 ruang tidur anak, ruang tidur pembantu, ruang shalat, dan ruang untuk servis. Dengan luas tanah yang menjadi dua kali lipat, Ibu Witrianti menginginkan pengembangan tanpa perlu meningkat.

PEMECAHAN

Sebetulnya, dengan perhitungan luas ruang berdasarkan kebutuhan ruang yang diinginkan oleh Ibu Witrianti, seluruh lahan cukup untuk menam- pung seluruh kebutuhan ruang tanpa bertingkat. Namun Ibu Witrianti lupa bahwa lahan tersebut adalah lahan hoek. Sisi sampingnya, dari depan hingga belakang, harus disisakan un- tuk ruang terbuka.

Oleh sebab itu, ia “kehilangan” luas bangunan sebesar 70 m-‘ untuk ruang terbuka tersebut. Ruang yang belum kebagian tempat terpaksa harus dipindahkan ke atas atau ke lantai 2 sehingga pada akhir- nya rumah menjadi bertingkat. Dengan posisi hoek dan bentuk ru- mah memanjang, maka sisi samping diupayakan untuk ruang-ruang terbu- ka sehingga rumah yang memanjang tersebut bisa memiliki bukaan yang maksimal.

Masalah pembagian ruang menjadi dilema. Ruangan apa yang perlu berada di lantai atas selain ruang- ruang servis. Pilihannya adalah ruang kerja/perpustakaan dan ruang shalat. Pertimbangan lain ruang kerja atau ruang shalat perlu dekat dengan ruang tidur utama sehingga tidak perlu ke atas. Alternatifnya, salah satu ruang tidur-yang kebetulan ditujukan untuk ruang tidur tamu-“terpaksa” harus berada di lantai 2.

Karena rumah ini memiliki banyak bukaan, view atau pandangan ke luar dan ke dalam perlu dimanfaatkan se~ maksimal mungkin. Sisi bangunan di- buat menjadi dinding kaca transparan. Dinding kaca transparan ini diolah lebih lanjut dengan membuat kolam sepanjang bangunan sehingga rumah seperti “mengambang” di atas air. Ko- lam memanjang ini, selain berfungsi sebagai elemen estetika, bermanfaat menyejukkan rumah yang terbuka ter- sebut. Udara sejuk di kawasan rumah Ibu Witrianti akan bebas keluar masuk V rumah melalui jendela-jendela kaca yang lebar; sementara uap air dan ge- mericik suara air akan menambah ke- sejukan rumah.