Renovasi ruang kerja kantor – desain yang berani unjuk gigi

Renovasi ruang kerja kantor dari restoran menjadi klinik gigi modern yang nyaman dan colorful. warna dinding yang colorful membuat saya merasa nyaman berkunjung ke sini. kayak ada di kafe, ucap eka kd, salah seorang pasien klinik gigi dent smile. tak berlebihan jika eka berpendapat demikian. dent smile memang jauh dari klinik gigi konvensional yang punya kesan menyeramkan bagi sebagian orang. dinding putih berhias poster penampang gigi atau peralatan dokter dari stainless yang menakutkan tak akan anda temui di sini.

“saya ingin menawarkan sebuah konsep klinik gigi yang tidak menakutkan. membuat siapa pun bisa datang tanpa takut, tampil segar dan tentunya nyaman,” kat drg. sudarmono, pemilik Dent smile. sebagai seorang dokter gigi, sudarmono tahu betul kondisi klinik ikut mempengaruhi keinginan pasien berobat dan memeriksakan diri ke dokter. dent smile yang berlokasi di tebet raya ini adalah kilinik ketiga sudarmono. sebelumnya ia memiliki klinik gigi serupa di rawamangun dan kelapa gading. sudarmono menceritakan klinik di tebet itu awalnya adalah sebuah restoran mie.

lokasi restoran yang strategis mendorong sudarmono membelinya ketika pemilik restoran memutuskan menjual restoran itu. tentu saja kondisi awal restoran tak cocok untuk klinik gigi. perlu banyak perubahan dan sudarmono meminta bantuan A. budiarto, arsitek, untuk merancang desain baru.

mengubah fasad dan interior

budiharto melakukan perubahan pada fasad untuk melepas image restoran mie yang pernah melekat pada bangunan ini sebelumnya. budiarto melakukan sedikit modifikasi dengan menutup sebagian jendela lantai dua. ia menggunakan semen yang dibentuk kotak. ukurannya acak dan dicat coklat. lambang dent smile kemudian ditempatkan di depan olahan dinding itu. budiarto juga menambahkan kanopi untuk melindungi teras di depan bangunan.

Kanopi itu bertumpu pada dinding dan pagar bangunan. Penutupnya dari kaca yang diberi stiker sandblast. Perubahan total dilakukan Budiarto pada interior bangunan seluas 128m2 ini. la membongkar dapur rumah makan yang sebelumnya berada di dekat pintu masuk utama. Lantai dasar pun menjadi lebih lapang. Area lantai dasar berfungsi sebagai ruang tunggu dan pendaftaran pasien. Penampilannya lebih mirip lounge ketimbang klinik gigi. Tiga set sofa kulit ditempatkan di situ. Ketiganya berbeda warna: cokelat, merah, dan hijau. Plafon ruang yang sebelumnya polos kini dipercantik dengan permainan drop ceiling dengan bentuk yang organis.

Lampu selang disembunyikan di balik ceiling . Memberikan cahaya yang lembut ke ruang di bawahnya. Menurut Budiarto, dengan tata cahaya ini, suasana ruang akan lebih hidup dan dinamis. Ruang periksa ditempatkan di lantai atas. Sama sekali tak ada kesan yang menyeramkan di ruangan ini. Dinding ruangan dilapis HPL bermotif kayu dikombinasi kabinet dengan warna cerah. Begitu pula kursi periksa pasien yang dilapis dengan kulit jok berwarna jingga dan hijau.

Penuh warna

Permainan warna menjadi kekuatan utama desain klinik gigi Dent Smile. Keberanian arsitek untuk membenturkan beberapa warna yang kontras justru membuat interior klinik menjadi lebih menarik. “Saya memasukkan aksen warna hijau pupus, light yellow, dan merah burgundy untuk memberikan kesan segar,” kata A. Budiarto. Warna-warna itu juga diaplikasikan pada dinding interior, pelapis sofa, dan eksterior ruangan.

Pemilihan warna ini memberi kesan bersahabat dan ceria bagi anak-anak, namun tidak terkesan kekanakan bagi orang dewasa. Desain bisa mengubah pandangan umum seseorang terhadap suatu tempat. Pupus sudah kesan menyeramkan klinik gigi melalui desain Dent Smile yang ceria dan bersahabat ini. Sesuai dengan nama klinik, Dent Smile, pasien yang datang bisa tersenyum karena tak lagi ada rasa takut. Mereka pun dapat pulang dengan senyum lebih lebar karena penampilan gigi mereka yang baru.