Permainan Cahaya Pada Fasad Rumah

Cahaya tidak nanya menerangi kegelapan dan memanjakan Penglihatan, namun iuga memberi kenyamanan pada suasana hati dan kedamaian untuk liwa. Keunikan suatu hunian diwujudkan oleh banyak faktor, diantaranya struktur bangunan dan detail 0rnamen. Namun kita sering alpa merencanakan aspek pencahayaan yang menyatu dengan faktor lain dalam konsep desain. Kita memasang lampu hanya untuk memenuhi kebutuhan Penglihatan dalam berkegiatan. Padahai, penempatan dan pemilihan lampu yang tepat akan menegaskan “raut wajah” bangunan dan menonjolkan cbyek tertentu yang menjadi karakter khas hunian.

Bagairnana caranYa ? Dalam Wawancara Griya Asridengan Ligitiing Consultani, Christopher Tju dan Bo Steiber, menjelaskan bahwa merencanakan pencahayaan sesungguhnya memanfaatkan efek jatuhnya cahaya pada objek sehingga tercipta kesan tertentu pada objek dan lingkungan di sekitarnya. N4isalnya, penempatan beberapa buah lampu di lantai yang menyorot ke atas/ke arah dinding depan (uplight alau wall washer\ akan memberi kesan bangunan lebih tinggi dan suasana dramatis pada malam harl.

Kita dapat mengontrol jatuhnya cahaya pada permukaan benda atau ruang dengan menciptakan kontras maupun gradasi antara daerah terang dan daerah gelap, serta permainan bayangbayang yang dinamis” Misalnya, cahaya matahari yang jatuh pada deretan kolom dan pergola akan menghasilkan permainan bayangbayang yang dinamis. Cahaya bulan yang lembut dan cahaya obor yang temaram juga memberi nuansa tersendiri yang dapat dimanfaatkan pada kegiatan di halaman rumah.

Selain itu, efek cahaya ini dapat diaplikasi untuk menegaskan wujud tiga dimensi sebuah objek, di antaranya untuk menonjolkan bentuk tiga dimensi bangunan dan kedalaman ruang yang tercipta. Bentuk detail bangunan yang khas, misalnya pintu masuk dan deretan kolom, dan daerah tertentu yang penting, seperti pintu gerbang danjalan setapak, hendaknya disorot dengan lampu khusus. Desain pencahayaan yang biasa diterapkan pada bangunan komersial ini dapat diaplikasikan pada hunian.

Untuk menghasilkan ilusi visual dari efek cahaya pada fasada bangunan, hendaknya kita memperhatikan beberapa kriteria terlebih dahulu. Seorang lighting consultant lainnya, Herman Endro memaparkan bahwa ukuran ruang dan permukaan bidang pada ruang luar bangunan lebih luas, sehingga membutuhkan energi listrik yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan pencahayaan interior.