Estimasi Biaya Pembangunan Rumah Minimalis 2 Lantai Type 45

Luas kavling kecil dan penghasilan terbatas adalah permasalahan umum bagi keluarga di kota-kota besar dalam membangun hunian. Salah satu solusi alternatifnya adalah pemilihan material bangunan yang dapat menekan biaya pembangunan rumah.

Kiat seperti inilah yang diterapkan oleh arsitek Ahmad Djuhara saat merancang kediaman keluarga Sugiharto, yang berlokasi di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.

Pada awalnya, bangunan ini berupa rumah KPR yang posisinya berdampingan rapat dengan bangunan tetangganya. Lahan yang berukuran 9×13 m didominasi oleh bangunan dua lantai, sedangkan pemilik menghendaki halaman belakang dan samping yang terbuka dan lapang tanpa terganggu oleh lalu lalang orang berkegiatan. Selain keadaan fisik bangunan, pemilik juga menghadapi kendala keuangan untuk biaya pembangunan rumah type 45 sesuai dengan keinginan mereka.

“Awalnya kami hanya memiliki anggaran biaya pembangunan rumah sekitar Rp.30 juta untuk mengubah rumah tersebut “ tutur pemilik. Untuk menyia-sati kondisi tersebut, arsitek mengusulkan agar rumah lama dirombak dan bangunan baru dirancang dengan pembagian ruang yang lebih efisien dan pemilihan material yang harga dan pemasangannya relatif lebih murah dibandingkan dengan material biasa. Sehingga biaya pembangunan rumah menjadi lebih efisien

Pada tahap pertama area servis seperti kamar pembantu, tempat jemur, dan kamar mandi pembantu ditempatkan di bagian depan tapak, sehingga diperoleh garasi samping halaman belakang seluas 4×9 m.

Bangunan utama yang berukuran 6×6 m dirancang tiga lantai, dengan lantai dasar yang dirancang sebagai area publik, yaitu ruang tamu, ruang makan dan dapur. Lantai di atasnya terdiri atas tiga kamar tidur anak dan ruang keluarga, dan lantai teratas untuk ruang tidur dan kamar mandi utama. Seluruh struktur utama dari rumah ini berupa kerangka balok dan kolom baja bekas, sebagaimana sistem pembangunan gedung bertingkat.

Pemilihan material baja ini dapat menghindari bekisting yang terbuang, tukang batu yang mahal, waktu tunggu pengerasan semen yang lama serta dimensi struktur yang relatif lebih besar daripada pemakaian beton dan bata.Biaya pembangunan rumah yang dikeluarkan juga lebih murah.

Setelah kerangka utama bangunan berdiri, dinding luar dari lembar metal zincalum, yaitu campuran bahan seng dan aluminium, yang dipasang pada baja. Material lembaran metal tersebut juga tahan cuaca, tahan karat, ringan dan mudah didapat, sehingga membuat pembangunan rumah relatif lebih efisien dan cepat, meskipun biaya pembangunan rumah jadi lebih mahal. Permukaan metal yang bertekstur gelombang tekuk lajur menciptakan tampilan rumah yang berbeda dari bangunan tetangganya,

Dinding luar seperti di lantai bawah dan daerah tangga, dipilih dari batako dan kaca transparan, sesuai dengan perhitungan beban bangunan. Dinding pembatas antar kamar di dalam rumah, dibangun dari papan gipsum yang diperkuat dengan besi baja silang, sedangkan kamar mandi tetap dibuat dari dinding bata dan lantai beton yang kedap air.

Jendela-jendela lebar memperlancar sirkulasi udara dalam rumah sehingga ruang dalamnya terasa sejuk baik siang maupun malam hari. Atap tidak lagi harus berbentuk pelana ataupun perisai melainkan datar, sehingga meskipun rumah memiliki 2 lantai namun ketinggian bangunan hanya 7,8 m dan tetap di bawah peraturan pemda yaitu 12 meter hal inilah yang sangat menentukan esimasi biaya pembangunan rumah yang sangat efektif, khusunya untuk type 45

Pada rumah lama, hal ini kerap menimbulkan masalah yang selalu mengganggu kenyamanan penghuninya. Penataan interior rumah baru ini juga dirancang berbeda dari rumah lama sehingga mempengaruhi kebiasaan pemilik. Misalnya, lantai dasar yang merupakan area publik, didesain terbuka tanpa dinding penyekat, termasuk area dapur kotor yang langsung terlihat dari ruang tamu dan ruang makan.

Dengan demikian pemilik harus senantiasa membereskan area ini agar terlihat rapi. Selain itu, anak-anak tidak dapat berlarian atau loncat-loncat di lantai atas, namun mereka kini memiliki kamar masing-masing. Untuk beberapa perabot yang permanen (built-in) seperti lemari penyimpanan di dapur dan anak tangga, dibuat dari kerangka besi dan penutup bahan kayu tripleks. Pernik-pernik hiasan juga dipilih yang senada dengan desain rumah yang simpel. Setelah seluruh proses pembangunan selesai,  anggaran biaya pembangunan rumah type 45 menjadi Rp.75 juta, namun desain rumah tinggal ini menjadi “terobosan baru.”

jalan depan lingkungan dan permukaan tanahnya diturunkan 50 cm namun tetap lebih tinggi dari saluran got di depan. Area ini ditanami pohon kamboja dan pagar garasi dibuat transparan untuk menampilkan kesan lunak dan bersahabat, sehingga area ini tidak menghalangi pandangan ke arah tampak muka rumah.