Desain Villa Minimalis 2 Lantai Dengan Kolam Renang

Di kawasan ini dijumpai ratusan jenis pohon dan semak perdu yang berbeda karakternya dengan hutan tropis basah seperti yang terdapat di daerah lain di Indonesia. Salah satu cirinya hutan ini adalah akan terlihat gersang di musim kemarau, dan menjadi lebat di musim hujan, Kondisi ini disebabkan oleh topografi hutan, yang berada pada garis pantai yang agak Iandai, dengan kondisi geologi tanah pasir dan karang.

Penghuni habitat di kawasan ini juga memiliki beberapa karakter dan Jenis hewannya berbeda dengan jenis hewan di kawasan hutan tropis basah, karena kemampuannya beradaptasi dengan iklim yang ekstrem pada kondisi Pantai, Di kawasan ini terdapat jenis-jenis burung pantai, jenis kera pemakan kepiting, serta beberapa mamalia besar seperti rusa, babi hutan, banteng dan beberapa hewan pemangsa besar seperti macan kumbang. Bahkan dikabarkan bahwa kawasan ini merupakan benteng terakhir harimau Bali yang kini telah punah.

Bila ingin menjelajahi kawasan ini, atau sekadar menikmati suasana alamnya, diperlukan kesiapan, mulai perizinan, perlengkapan jelajah, akomodasi dan konsumsi yang cukup, di samping perlunya sarana transportasi menuju lokasi dan juga pemandu (tour guide) yang memahami lokasl tersebut. Meskipun desain villa minimalis dirancang ala pemukiman pedesaaan dan cenderung sederhana, tetapi kenyamanan tetap tercipta  melaui konsep rancangan yang matang dan di sesuaikan dengan kebutuhan tamu.

Semua fasilitas dan sarana tersebut telah disiapkan oleh WAKA SHOREA, satusatunya resor yang berada di kawasan ini. Fasilitas dan kegiatan resor ini telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, seperti harus menjaga kelestarian alam dan tidak mengganggu kehidupan satwa, Berbagai fasilitas hotel yang dibangun dan merupakan hasil rancangan yang mengacu kepada kehidupan alam telah tersedia, Untuk mencapai lingkungan resor, tamu terlebih dahulu membuat reservasi di tempat terpisah yaitu di Labuan Lalang.

Setelah siap baru diantar menuju kawasan lingkungan resor yang harus ditempuh melalui jalan laut dengan menggunakan motor boat selama 10 menit. Pemandangan resor dengan pantai Bali Baratnya sangat menakjubkan yang dipenuhi dengan kerimbunan hutan bakau serta pasir pantainya yang putih bersih, setiap desain villa minimalis ditata terpisah satu sama lain di dalam lingkungan resor, Setiap villa dirancang dengan konstruksi permanen ala arsitektur vernakular yang cukup ringan dan terbuka serta menonjolkan berbagai bahan alam yang memiliki karakteristik kuat seperti kayu, atap alang-alang dan batu-batuan.

Konstruksi kayu pada tiap bangunan dibangun di atas umpak batu dan beberapa diantaranya berbentuk rumah panggung seperti 22 vila yang berdiri sendiri (free standing) dan terpisah dengan fasilitas lain. Bentuk bangunan vila sangat sederhana yaitu berbentuk bujur sangkar dan hanya dibatasi dinding kaca dan kayu di sekelilingnya yang diikat dengan beberapa kolom (tiang kayu) Di dalam vila hanya terdapat tempat tidur bertiang yang terbuat dari bilah kayu yang kuat lengkap dengan kelambunya untuk pengusir nyamuk.

Selain itu hanya ada beberapa meja dan kursi sebagai pelengkap interior kamar serta lemari penyimpan built-in yang fungsronal. Semua perabot dan penghias interiornya pun berbahan dasar kayu yang di-finlsh dalam warna natural untuk mempertegas unsure alamnya serta menonjolkan tekstur aslinya, desain villa minimalis 2 lantai ini Terasnya di buat berupa dek kayu yang menghadap langsung ke hutan dan semak belukar juga sengaja diciptakan agar tamu merasa benar-benar menyatu dengan alamnya dan dapat seutuhnya menghayati kehidupan habitatnya.