Desain Taman Kecil Minimalis Depan Rumah Type 36

Desain taman pada sebuah hunian, meskipun kecil memberi banyak manfaat. Secara fungsional taman memberi keteduhan di seputar rumah. Taman yang ditata secara estetis juga memberi manfaat karena dapat mempercantik wajah luar dari fisik bangunan. Dengan taman, sebuah rumah akan terasa lebih “hidup”. Bahkan jika direncanakan dengan baik taman kecil tersebut dapat menjadi bagian yang fungsional dari sebuah hunian. Tetapi mengolah taman dengan ukuran kecil memerlukan kreativitas, karena dari lahan yang sempit harus diupayakan fungsrnya maksimal.

Ari, ibu rumah tangga dengan dua anak usia kanak-kanak, perlu memutar otaknya ketika berencana untuk membuat desain taman kecil minimalis depan rumah untuk rumah mungilnya. Berbagai majalah dan buku tentang taman dibaca dan dipelajari untuk mencari ide-ide yang cocok untuk kondisi rumahnya. Sang suami yang sangat suka terhadap taman menginginkan sellanyak mungkin bagian ruang dalamnya berhubungan dengan taman.

ltulah sebabnya dia mempertahankan fisik bangunan rumah seperti standar aslinya. Hampir tidak ada perubahan dan penambahan ruang yang berarti. Dengan luas tanah 18O m2 dengan lebar 10 m, Ari masih memiliki ruang terbuka untuk taman pada bagian depan, bagian belakang dan sedikit lorong pada bagian samping yang rnenyambung dengan taman pada bagian depan. Suara gemericik air yang muncul dari begitu pasu mfingil, semilir angin dan keteduhan terasa, manakala duduk di teras rumah mungil keluarga ini.

Rumah dua lantai yang merupakan rumah asli, dipoles wajah luarnya dengan bata ekspos sehlngga lebih berkesan etnik. Sebuah teras mungil tepat di bagian tengah dibuat senada, untuk menampung aktivitas keluarga ketika ingin duduk, duduk santai di sore hari. Area belakang, terdapat teras dengan dinding terbuka yang dimanfaatkan untuk ruang makan keluarga. Dinding-dinding bagian dalam semaksimal mungkin diberi bukaan ke arah taman, dengan pintu geser (sliding door) atau dengan jendela kaca transparan yang lebar.

Dengan demikian ruang-ruang dalamnya terasa menyatu dengan taman.  Jendela-jendela diubah bentuknya, sedikit bergaya country dengan bentuk vertikal (sempit memanjang) yang dapat diputar dari bahan stained g/ass yang diberi bingkai kayu yang difinishing seperti warna aslinya, natural. Posisi rumah lebih tinggi dari jalan raya. Dengan pengkondisian seperti itu, tampilan rumah terasa menonjol dan sangat kuat karakternya.

Hal pertama yang disikapi ketika merencanakan taman kecil tersebut, yaitu bagaimana caranya supaya desain taman depan rumah minimalis type 36 yang kecil itu bisa memberi kesan luas tetapi dapat menampung aktivitas keluarga di ruang luar. Untuk itu Ari memilih taman depan dengan konsep simpel tetapi dapat memberi keteduhan. Dengan demikian, anak-anak masih memiliki ruang gerak yang leluasa di halaman depan.

Hamparan rumput gajah yang hijau menutupi taman depan yang kondisinya setengah teduh karena naungan dari pohon kamboja bunga kuning dan kamboja bunga merah di sisi kiri dan kanan. Penutupan lantai dengan batu kerikil putih harus diterapkan pada taman samping karena keterbatasan cahaya alami pada area ini, sehingga tidak memungkinkan rumput tumbuh pada bagian ini.

Area yang terletak di luar pagar yaitu antara jalan dan pagar, yang semula berupa selokan, dimanfaatkan untuk taman. Bidang ini permukaannya ditutup dengan rumput manila yang lebih suka cahaya matahari, sedangkan ketinggiannya dibuat bergradasi secara tidak kentara sehingga terkesan menyatu dengan taman di dalam bidang pagar. Pagar dibuat dari bahan baja yang didesain vertikal dan transparan. Dengan cara ini taman depan akan terasa lebih luas dan lega.  Sebagai aksen, pada taman yang ditata simpel tersebut diberi aksesori penunjang taman. Sebuah lampu berbentuk miniatur rumah beratap Uuk diletakkan pada penyangga dari semen yang didesain menarik.