Desain rumah modern dengan unsur tradisional

Andi Susanto (pemilik rumah) : Bagaimana susah tidak mencari alamatnya ?

B dan C: Oh tidak, tidak sama sekali. Bahkan yang membuat kita mudah menebak rumah pak Andi yang mana karena tampilannya sangat berbeda dengan rumah rumah di sekitarnya. Biasanya kalau masuk itu fasadnya mirip-mirip ya? Sedangkan ini berbeda sendiri. Sengaja di buat sedemikian atau gimana nih awalnya?
Andi Susanto : awalnya sebenarnya  desainnya sama dengan rumah rumah yang lainnya cuma hanya rumah ini ada beberapa tambahan desain yang saya inginkan.
C: Jadi penambahannya itu area ini ya Pak ya ? awalnya ini itu lahan kosong atau ?
Andi Susanto : Iya awalnya lahan kosong sehingga akhirnya saya bikin lahan kosong ini lebih tertutup

B: coba di ceritaiin nih konsep arsitekturnya ini seperti apa? Apakah tradisional campur modern ya?
Andi Susanto : iya benar di tambah lagi member kesan natural juga ya. Jadi pada dasarnya sih tembok kotak kotak ini saya buat untuk memberikan kesan modern look ya dan gitu memberikan kesan yang kokoh dari rumahini sendiri. Terus untuk warnanya sendiri saya pakai warna coklat campur putih ini juga untuk memberikan kesan stand out ya biar kotak kotaknya itu terlihat

C: oh karena kontras ya garis putih di bagian dalam dengan warna coklatnya yang menonjol di luar.

B: semakin memberikan efek 3D pada fasadnya ya

Andi Susanto: Yang sisi kanan kesannya modern terus yang sebelah kiri ini warna coklat terkesan tradisional  dan natural ditambah dengan jerami –jerami ini. Kemudian kotak kotak disini juga mungkin lebih konsisten dengan garasi rumah saya, kotak –kotak biar inland lah.

C: memang harus ada pengulangan tema gitu ya , tema geometris jadi ada kesan modernnya lebih kuat tapi kesan modernnya kuat, tradisionalnya juga tetap kuat ya? Dapat inspirasi dari mana mas?

Andi Susanto: Jadi begini loh sebenarnya saya suka dengan bali, ini kok tradisionalnya Bali kok bagus ya entah kenapa saya ingin mengapresiasikan di rumah saya. Saya nemuin ini di bali, saya liat di pinggir jalan ada gebyok bekas saya bawa ke Jakarta saya finishing disini.

B: oh jadi begitu, jadi recycle ya di finishing jadi bagus dan dipasang di sini jadi manis ya.
wah bagus banget mas, beneran berasa masuk di resort ya.

C: Gak nyangka ya mas karena dari depan tadi aku kira rumah ini tidakk telalu luas ternyata masih ada sisa space yang terbuka dan dimanfaatkan, masih bisa loh bikin kolam renang di area ini gitu.

Andi Susanto: lahan eksterior itu memang sangat penting menurut saya, karena gak Cuma di depan aja ya yang saya pikirin karena agar sirkulasinya juga bagus .

B: Kalau aku liat ini untuk pemilihan warnanya masih di dominasi oleh warna coklat juga ya

Andi Susanto: Jadi berasa masih adem kan. Karena warna coklat ini masih berkesan tradisional  sperti konsep di rumah ini.

B: Oh ya jadi konsep trandisional masih nyambung dengan warna nya yang warna-warna natural seperti coklat ini terus tambahan tanaman-tanaman juga yang bikin sejuk ya.

C: Makin kelihatan kayak di resort banget ya ada sarung bali-bali gitu.

B: Wah enak kayaknya kalau pagi-pagi kayak giti sambil olahraga. Hobby nya olahraga ya pak Andi ya ?

Andi Susanto: Makannya dari area kolam renang ini selain area kolam renang  bikin tempat olahraga buat gim sebelah sana.

C: Berbicara mengenai tadi itu ya pemanfaatan lahan yang maksimal. Jadi area olahraga ketemunya area olahraga juga, berenang habis itu nge –gim. Apalagi kalau suasananya enak pasti makin rajin kali ya untuk olahraga.

Andi Susanto: Karena area gim ini kenapa saya buat di luar karena menurut saya olahraga itu mengeluarkan banyak keringat menurut sayalebih baik di out door ya jangan di indoor.

B: biar ada semilir angin gitu ya?
Andi Susanto: Bukan area Gim aja ya yang saya hubungkan dengan area eksterior, bisa dilihat dari sini saya buat pintu yang menghubungkan antara area dalam dengan area luar

B dan C: Oh gitu jadi jendelanya sengaja dibikin besar juga ya jadi berarti indoornya jadi semi outdoor dong ?

Andi Susanto: Biar sirkulasinya juga dapat ya, yuk coba kita masuk

C: Wah ternyata bukan hanya eksteriornya yang kece ternyata interiornya juga kece loh.

Andi Susanto: jadi pintunya bisa dibuka dan hemat energy juga karena tidak perlu nyalain lampu juga.

B: walaupun ini area interior jika pintu di buka maka akan menyatu dengan area eksterior.

C: nah kalau interiornya ini sebenarnya gayanya lebih kea rah apa nih? Berbeda juga kan denganarea yang di luar?

Andi Susanto: Kalau untuk interiornya sendiri gayanya lebih ke klasik yang minimalis. Karena biasanya klasik itu indentik dengn yang grande yang berat gitu ya. Yang klasik minimalisnya itu lenih condong ke area sini sih sebenarnya

B: Kalau boleh aku tebak nih ya Pak Andi, ini kursinya klasik tapi di sandingkan dengan table yang minimalis. Dan ternyata manis juga ya. Pak Andi, kalau untuk area pewarnaanya interiornya ini?

Andi Susanto: Kalau untuk area interiornya ini pertamanya warna-warnanya lebih ke netral dan natural. Kemudian ada beberapa bagian yang saya bikin lebih pop up, warna yang natural saya bikin yang kontras.

B: Jadi biar gak bosen ya, kalau terlalu yang nentral semua kan jadi monoton ya. Warna warna yang faber dimunculkan supaya ada aksen seperti itu. Terus di rumah ini ada lagi gak sih area –area yang juga di tata dengan  sedemikian rupa.

Andi Susanto: Ada, ya di depan kamar itu say sediakan balkon untuk bisa melihat ke pemandangan ke area luar. Karena kita punya eksterior yang kita pikirkan matang matang jadi ada area kolam renang. Oleh karena itu kalau saya bikin kamar yang gak ada balkonnya gitu akan sangat sayang ya.

C: Setelah berkeliling disini tadi aku jadi yakin bahwa di sebuah rumah itu sekecil apapun lahannya yang mengarah ke eksterior tetap harus dipertimbangkan desainnya. Konsep yang matang tetapi sebaiknya terhubung juga dengan eksterior.