Desain Rumah Makan Tradisional Joglo Minimalis Dan Sederhana

Desain Rumah Makan – Sering kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung, restoran yang bangunan dan interiornya mengikuti zaman modern. Di restoran misalnya telah diterapkan warna cerah, pemakaian kaca sebagai struktur bangunan dan perabot yang modern. Suasana seperti ‘ini cocok dengan gaya hidup mutakhir yang sudah trendy di kota besar, Ternyata banyak pula kecenderungan 0rang kota dewasa ini yang menyenangi tempat-tempat makan yang ditata secara tradisional, Untuk menyikapi kecenderungan tersebut pihak manajemen telah mendesain restorannya dengan sentuhan tradisional.

Dl JAKARTA MISALNYA beberapa tempat makan yang menata interiornya bernuansa zaman tempo dulu. Di daerah Kemang terdapat sebuah restoran yang didekor secara tradisional yang terinspirasi dari budaya Jawa. Suasana ini dengan sajian hidangan seperti tempe dan tahu goreng serta masakan sayur asem menandakan bahwa desain rumah makan ini kembali ke unsur kesederhanaan, namun ditunjang oleh berbagai nuansa etnik dan nterior yang kaya dengan  ukuran. Restoran Payon yang berada di antara restoran kontemporer lainnya di daerah Kemang ini cukup banyak peminatnya.

Dengan menonjolkan menonjolkan taman sebagai fokus, ditambah sentuhan tradisional komplet dengan gubuk barang pernak-pernik lengkaplah semua di tempat ini, Disinl terlihat berbagai desain kayu tradisional yang mendomrnasi di ruang makan yang disemarakkan oleh permainan gamelan pada pojok ruang, Lebrh istimewa lagi adalah kehadiran dapur terbuka yang proses pemasakannya dapat di Iihat langsung oleh para tamu, Konsep keterbukaan ini juga terlihat pada aspek desain bangunannya yang memungkinkan tamu dapat melihat pemandangan taman terbuka.

Desain rumah makan sederhana minimalis ini juga didukung interior yang tradisional dimulai dari lantai, dinding da tempat duduk semuanya bernuansa tradisional. Pemandangan ini mengingatkan kita pada sebuah desa yang lengkap dengan sawahnya. lde konsep ini menunlukkan kepekaan pemilik untuk membuat hubungan harmonis antara manusia dan alamnya yang diwujudkan pada restoran ini. Disudut lain desain interior rumah makan tradisional ada pada sebuah joglo yang dibawa langsung dari Jepara berdiri megah dan sekaligus menyemarakkan suasana di taman dalam.

Suasana cahaya temaram memberi kenikmatan berlesehan di rumah Joglo yang dapat menimbulkan nostalgia, desain rumah makan joglo yang di sangat terasa dan Suasana yang mirip sama dilumpar pada sebuah restoran di Bogor. Disini berbagai gaya tradisional seperti gaya Betawi, gaya Jawa dan gaya Bali menyemarakkan suasana restoran, Kafe Gumat ini di bangun dengan konsep all-in-one yang menyediakan berbagai sarana penunjang sepert /lve music, ruang makan terbuka, ruang makan lesehan, ruang pernikahan, kolam renang, butik busana, serta masakan lndonesia seperti nas goreng dan masakan Sunda, Lebih menarik lagi pemandangan di resto ini menghadap ke lembah Bogor sehingga terlihat alam gunung yang asri.

Keseriusan pemilik kafe ini untuk memberi yang terbaik bagi para tamu tecermin dengan penyediaan berbagai pertunjukan budaya seperti tarian dan musik tradisional, Nilai tambah ini menyebabkan para tamu datang dari berbagai kalangan tidak hanya dari kalangan domestik tetapi luga dari mancanegara yang ingin merasakan suasana khas lndonesia.

Permainan leveling yang tejadi pada restoran ini disebabkan oleh lokasi di lereng bukit, Pembagian level ini menghasilkan desain arsitektur yang unik, Dengan penggunaan materi bangunan yang alami menampilkan suasana yang akrab dengan aspek tradisional. Kedua restoran ini membawa arus kesederhanaan yang kental dengan budaya lokal sehingga memperkuat eksistensi gaya etnik tradisional yang kita miliki. Adanya gagasan-gagasan seperti ini didalam era globalisasi menunjukkan masih ada upaya menyangkut kebudayaan kita yang bernilai tinggi.