Desain minimalis taman halaman belakang rumah mewah

Mengolah rumput eksisting dan mengatur desain taman belakang rumah mewah kembali ke posisi tanaman lama. ada pengalaman menarik dari yayuk h. thayeb saat mengolah taman di rumahnya. yayuk mengolah dan membangun kembali taman dengan mempertahankan jenis tanaman yang ada. Alasannya, karena ia sudah telanjur jatuh cinta dengan tanaman itu. “Saya sangat suka tanaman,” kata Yayuk H. Thayeb ber- semangat. Begitu senangnya dengan tanaman, yayuk kerap menyempatkan diri berburu tanaman dan mendatangi berbagai nurseri. Tak sulit mengetahui kegemaran Yayuk pada tanaman.

Di taman belakangnya, tumbuh puluhan jenis tanaman, Mulai dari pohon buah, semak, hingga anggrek yang menempel di pohon. Dari teras Yayuk yang teduh, pemandangan taman belakang sangat memanjakan mata. Hijau membentang. Matahari pagi tersaring dahan pohon rambutan setinggi 7m. Persis di depan kami, bayangan dahan pohon tersebut menghiasi hamparan rumput. Dua pot tanaman philo mengapit teras. Daunnya tidak berwarna hijau tua, melainkan hijau kekuningan. “Nggak pernah lihat yang seperti ini kan?” tanya Yayuk sambil tersenyum. “Saya dapat dari pameran tanaman di Lapangan Banteng,” katanya bangga.

Manfaatkan tanaman eksisting

Taman yang asri itu selesai direnovasi Maret 2010 lalu. Bersamaan dengan renovasi rumah Yayuk, salah satu permintaan Yayuk pada kontraktor yang membangun rumahnya adalah mempertahankan taman. “Luas tanah ini 6OOm2. Saya bilang sama kontraktor yang bangun rumah, untuk bangunannya cukup 150m2. Sisanya untuk taman,” kata Yayuk. Taman terbagi dua, bagian taman belakang dan depan. Ukuran taman belakang sekitar ‘1 50m2. Sebelum direnovasi, tanaman di taman belakang disusun dalam komposisi yang sangat terpola. Yayuk kurang suka.

Selain itu, banyak tanaman tumbuh tak teratur. la kemudian mencari arsitek lansekap untuk membantunya. Desainer lnterior Yayuk memperkenalkannya pada Dwita Handayani (lta). lta kemudian mendesain ulang taman belakang Yayuk. Ita memperlahankan tanaman eksisting. “Sekitar 75% tanaman lama,” kata lta, “cuma posisinya saja yang dipindah.” Sama seperti Yayuk, lta juga pecinta tanaman. Dalam setiap desainnya ia selalu berusaha menggunakan kembali tanaman eksisting.

Tanaman baru sebagian besar adalah tanaman pendek seperti ground cover dan semak. Tanaman pohon seperti rambutan (Naphelum lappaceum), jambu air (Syzygium aqueum) dan mangga (Mangifera indica) ditempatkan di tepi taman. Kini tampilan taman terkesan lebih lapang dibandingkan sebelumnya. lta menanam semak dan ground cover di bawah pohon-pohon itu. la memilih tanaman berdaun atraktif seperti hanjuang (Cordyline sp.), alpinia (Alpinia zerumbet), calathea batik, dan bromelia Tentu saja lta punya alasan memilih tanaman seperti itu.

Katanya, fungsi tanaman tersebut bukan saja memberi warna pada taman, namun juga mengganti peran tanaman bunga yang tidak mendapat matahari penuh. “Taman lebih banyak dapat matahari pagi saja. Kurang untuk tanaman bunga. Nanti bunganya tidak keluar,” kata lulusan arsitektur lansekap Trisakti ini. Pada sudut taman yang lembap dan minim mendapatkan cahaya, lta menanam calathea. Tanaman itu tumbuh subur. “Biasanya calathea selalu ampuh untuk area yang kurang mendapat cahaya matahari,” kata lta sambil mengguntingi dahan tanaman yang kering. Puluhan pot tanaman anthurium berjajar rapi pada rak besi di sudut kiri.

Bagian atas rak ditutup paranet untuk menaungi tanaman yang suka tempat teduh itu. Sebelumnya koleksi anthurium itu ditempatkan pada rak kayu tanpa penataan. Dicampur dengan tanaman adenium. Stepping stone dari batu kali menghubungkan rak anthurium dengan teras. Stepping stone tersebut menggantikan stepping berbentuk kotak yang sebelumnya berada di sana. Oleh karena banyak yang mulai pecah, lta mengganti stepping kotak itu dan memindahkan sebagian ke pinggir taman.

Genangan air

Kondisi awal taman memang agak memprihatinkan. Kontur taman tidak rata dan drainasenya buruk. Ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi lta dalam mendesain taman halaman belakang rumah. Ketika hujan turun, air mengalir ke beberapa titik yang rendah dan menimbulkan genangan. Contohnya di dekat teras dan dekat pohon rambutan. Akibatnya, rumput tidak bisa tumbuh di situ. Air yang menggenang merusak perakaran rumput. Untuk mengatasi hal itu, lta menanam pipa biopori pada titik genangan.

Terbuat dari paralon berdiameter 10 cm dan panjang 80cm. Sekeliling badan pipa dilubangi. Cara ini berhasil. Air jadi lebih cepat diserap tanah. Tidak ada lagi genangan. Kini rumput bisa tumbuh subur. “Rumputnya sukses,” kata lta sambil memperhatikan rumput gajah mini (Axonous compressus) yang tumbuh merata di permukaan taman. Yayuk juga senang dengan kondisi ini. la tidak mau lantai tamannya yang hijau itu rusak. “Belum lama ini saya mengadakan pesta kebun di sini. Saya tidak mau rumputnya rusak, jadi saya lapis dengan papan lagi di atasnya,” kata Yayuk