Desain Kamar Tidur Anak Laki-laki Minimalis Sederhana

Untuk desain kamar tidur minimalis ini di buat Kamar tidur utama dan kamar tidur orang tua pemilik dirancang dengan ukuran yang memadai  sebagaimana halnya desain kamar tidur utama orang dewasa. Kamar  tidur orang tua,  dilengkapi dengan ruang duduk praktis dan kamar mandi pribadi.Meskipun kamar tidur ini ditujukan untuk orang tua usia lanjut, desainnya tetap mengacu kepada gaya yang simpel dan tidak disesaki aksesori yang tidak berguna sehingga memudahkan pengguna dan meleluasakan ruang gerak.Begitu pula dengan kamar tidur utama, dirancang dengan permainan ketinggian lantai.

Pada lantai yang lebih tinggi ditempatkan tempat tidur dan pada lantai yang lebih rendah ditempatkan kamar mandi serta wardrobe untuk ruang simpan.Lain halnya dengan kamar tidur anak yang berukuran mungil 3×3 m, Tiga kamar tidur tersebut, dirancang sangat efisien dengan lemari dan meja belalar built-in di sekeliling dinding. Desain kamar tidur anak laki-laki usia remaja, menggunakan desain kamar tidur unik dengan kolong, bagian atas. Pengunaan panel-panel juga tampak mendominasi ruang.

Terlihat pula sebagian meja kerja panjang di area selasar di lantai 3. Kiri : Selasar panjang di lantai 3 sebagai jalur lalu lintas dan aktivitas orang tua dan anak. Kegunaan lain adalah sebagai area alternatif berinteraksi dengan keluarga. Meja kerja panjang inilah tempat Ken dan Adelia berkutat dengan sisa pekerjaan sambil mengontrol kegiatan anak baik di kamar maupun di lantai 2 (void, ruang keluarga) . Bawah :  Tangga masuk yang sempit ke dalam bangunan. Dari tangga ini, orang dibawa menuju ruang keluarga yang luas. Dari sinilah pengalaman ruang didapat.

Digunakan untuk tidur, dibawahnya untuk ruang “serbaguna”. Cukup praktis dan hemat ruang. Memang itulah tujuan arsitek mendesain kamar tidur anak yang serba mini karena berdasarkan metode orang tua mendidik anak agar gemar berkumpul bersama dengan anggota keluarga. Jadi di dalam kamar tidur disedakan faslitas televisi atau pesawat telepon.

Selasar yang berada sejajar dengan kamar kamar, dirancang untuk mewadahi meja kerja pemillk. Kegunaan meja panjang seukuran panjang selasar itu lebih diutamakan pula untuk mengontrol kegiatan anak yang memang selalu melintas di selasar ini. Uniknya, meja kerja panjang lni adalah pengganti railing (pagar pembatas).Rancangan interiornya, disesuaikan dengan pola ruang yang dinamis dengan cara memaksimalkan penggunaan panel kayu dalam bentuk rancangan geometrik.

Secara kasat mata, kegunaan panel-panel ini adalah untuk memanipulasi ruang agar tampak rapi, berkesan alamiah, hangat dan sederhana. Kesan praktis juga didapat dari hasil kreasi yang apik antara desain interiornya dan penyelesaian arsitektur. Pemilik mengaku sangat puas dan senang dengan hasil rancangan Daniel ini.Sampai saat ini pun, mereka masih tidak percaya bahwa rumah yang mereka huni sekian lama itu bisa berubah total menjadi sangat menarik dan berbeda.Hasil yang memuaskan kedua belah pihak baik si pemilik rumah maupun arsitek, terwujud berkat masing-masing pihak berupaya “dekat” secara emosional.