Desain Interior Rumah Terbuka Sederhana 2 Lantai

Desain rumah terbuka – Tampak muka rumah setelah di renovasi, Struktur bangunan tetap dipertahankan seperti aslinya yang berbentuk vernakuler persegi. Atap herbentuk limas yang kemiringannya cukup tinggi, memberi banyak keuntungan teldama untuk metedam rdara panasdi ruang lmr melalui bantalan udara di dalamnya. Bangunan musala dan arca servis di bagian belakang merupakan bangunan tambahan.

Adakalanya merenovasi rumah lama memiliki fungsi tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pada membuat sebuah rumah baru, apalagi rumah lama itu di buat tidak oleh si pemilik baru. Perbedaan karaketer yang muncul dari pribadi penghuni rumah juga terekspresi pada penataan rumahnya. Begitu juga yang dialami oleh keluarga baskara sukarya ketika ia berencana merenovasi rumah lama yang baru mereka beli.

desain rumah terbuka tersebut terasa lega karena berdiri diatas kavling 1300 m2 berbentuk L. Rumah ini terletak di kawasan ciputat, Jakarta selatan dengan bentuk yang sangat sederhana tetapi memiliki struktur yang berkualitas, baik itu struktur atap maupun dindingnya. Melihat kondisi yang cukup bagus tersebut,si pemilik rumah sekedar ingin memoles wajah rumah lama supaya ada kesan perbedaan , konsep tata ruang tidak memiliki banyak perubahan, hanya di beberapa  tempat didubah untuk penyempurnaan dan menyesuaikan dengan kebiasaaan keluarga. Pengubah sederhana, ruang yang tadinya gelap dan lembab disempurnakan dengan membuat beberapa bukaan dala bentuk pintu dan jendela tambahan, sehingga udara dapat mengalir sempurna dan cahaya yang masuk dalam rumah akan lebih maximal.

Ruang yang terasa sempit sedikit digeser dengan memberi tambahan bukaan dan teras, supaya terasa lebih lega. Arah pintu masuk juga diubah dengan menggeser ruang yang semula fungsinya sebagai kamar, bagian pintu masuk rumah. Selebihnya ruangan-ruangan di buat saling terbuka dan berhubungan sesuai dengan keinginan pemilik. Pengubahan ini memiliki banyak keuntungan konsep tata ruangnya menjadi mengalir dengan nyaman sebagai mana mestinya.

Pengubahan wajah luar rumah menjadi bagian penting yang memberi banyak pengaruh pada tampilan keseluruhan pemilik menggunakan furniture yang dominan dengan gaya etnik, dengan wajah luarnya yang diarahkan ke penampilan yang lebih di arhkan kearah natural tetpi dengan menerapkan garis simple yang geometris. Konsep tersebut di terapkan dengan menggunakan bahan batu laam dengan finishing dinding luar rumah. Batu candi hitam persegi panjang disusun geometri pada setengah bagian dasar dinding.

Pengubahan-pengubahan ini memberi banyak keuntungan, konsep tata runagnya menjadi mengalir dengan nyaman sebagai mana mestinya.    Dinding. Selanjutnya bahan dan pola yang sama di terapkan pada kolom-kolom penunjang knopi teras. Pintu dan jendela di buat dengan pola geometris yang tegas. Jendela berbentuk persegi memanjang di susun vertical. Pintu masuk dimodifikasi dengan pola rangka kotak persegi dengan kaca pingul (bevel) yang mengisi bidang tengahnya, sehingga terlihat transfparan.

Ruang dalam bernuansa Indonesia. Ruang entrance dilengkapi dengan sebuah meja bundar di    bagian sentralnya. Lantai area ini dibuat lebih tinggi dari pada    ruangruangjainnya. Sebuah divider permanen dan  batu alam     yang berelief ditempatkan pada daerah antara ruang entrance  dengan ruang kerluarga. Dengan cara ini area kedua ruang ini    dapat tetap terjaga. Ruang tamu yang berada di sisi kiri dari entrance ditata dengan konsep yang lebih formal. Sofa berlapiskan kulit warna (cakelat tua). diimbangi oleh sebuah lemari  pajang dengan gaya sama, yaitu klasik Eropa.

Pada ,ruangan ini kesan elegan muncul berkat pemilihan materi dan penerapan warna-warna tua      mengurangi  kesan gelap karena pemilihan furniture yang  warnanya tua, dinding  diberi warna kuning terang ,supaya karakter furnitur dapat lebih menonjol.    Berbeda dengan ruang tamu, desain interior rumah terbuka lainnya dapat di lihat di Pemilihan furnitur bergaya etnik Indonesia yang desainnya  sampai ke aksesori penunjangnya  Memancarkan nuansa Indonesia.

Di beberapa area dipajang  koleksi kerajinan dan kain- kain tenun Indonesia yang usianya sudah tua. Hampir semua materi penunjang itu memiliki kesamaan dalam hal warna  yaitu warna-warna natural yang gelap.      Ruang makan yang basar berada  pada satu ruangan yang dinding nya dibuat berbeda dengan ruang-ruang terbuka lainnya yaitu warna jingga, sebuah rono Jawa berukir warna coklat diletakkan pada dinding sebagai pintu menuju ke ruangan ini. Ruang makan ini memiliki akses ke arah gazebo pada taman samping dan kolam renang. Di samping rumah induk dibuat gazebo yang sangat luas,

desain rumah terbuka 2 lantai ini jadi sangat lengap dengan gazebo, Gazebo ini mengisi area yang kosong antara rumah induk dan kolam renang. Gazebo tersebut dibuat untuk menampung kegiatan kumpul-kumpul yang sering diselenggarakan di rumah ini. Atap gazebo dibuat  senada dengan atap rumah induk yang berbentuk limas segi empat. Tiang penyangganya dibuat tinggi dari kayu berukir untuk mempertegas gaya.    Furnitur yang melengkapi gazebo sebagai area multifungsi di. ruang luar ini dikelompokkan berdasarkan fungsinya.

Ada meja makan persegi yang sering digunakan    pada saat makan siang di hari libur, dan ada meja bundar    denga! kursi Betawi untuk minum teh di sore hari. Sebuah    amben yang berukuran cukup besar melengkapi sudut    gazebo untuk kegiatan relaks keluarga Akhirnya desain rumah terbuka sederhana ini betul-betul enak dilihat dan nyaman dihuni. Konsep awal yang diinginkan oleh keluarga dengan  tiga anak remaja ini. Akhirnya dapat terwujud, sesuai dengan kebutuhan keluarga.