Desain Interior Kamar Tidur Minimalis Anak Laki-Laki Dan Perempuan

desain interior kamar tidur anak-anak hendaknya memenuhi fungsi dan estetika ruang sebagai wadah aktivitas anak yang sehat, aman dan nyaman, Untuk itu, kita harus memahami karakter anak dan remaja, kemudian mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam desain interior kamar mereka .

ALAM MERANCAING KAMAR TIDUR DAN KAMAR BERMAIN ANAK DAN REMAJA, ada beberapa prinsip penataan yang sebaiknya dikenal dan dikuasai lebih dulu. Salah satu hal yang penting adalah memahami perkembangan anak dan remaja, baik kondisi fisik seperti ukuran badan dan kemampuan motorik tubuh, maupun kecenderungan psikologis, yaitu sifat dan minat mereka.

Orang tua sebaiknya menyesuaikan jenis dan peletakan perabot dalam kamar dengan kegiatan anak, sehingga efektifitas pemakaian perabot seiring dengan pertumbuhan anak yang relatif cepat. Desain kamar harus mendorong kreativitas serta membangkitkan daya imajinasi anak, melalui berbagai pilihan warna dan desain interior kamar tidur anak laki-laki yang tematis, misalnya bentuk miniatur, hiasan dan perabot yang meniru tokoh terkenal. Selain.itu, orang tua juga dapat menanamkan nilai-nilai hidup dan mengarahkan pola asuh keluarga melalui desain interior kamar.

Misalnya, anak diberi kebebasan menghias kamar dengan hasil prakarya mereka, sehingga ada rasa bangga pada anak-anak sekaligus mendorong mereka merawat isi dan tata letak kamar. Partisipasi anak dalam mendesain kamarnya pada usia dini merupakan ekspresi identitas diri mereka. Aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan dalam desain interior kamar tidur anak laki-laki minimalis adalah keamanan dalam kamar anak, misalnya lokasi ruang harus mudah diawasi orang tua dan elemen ruang yang menunjang kesehatan, seperti pelapis dinding (cat alau wallpaper) harus tidak mengandung racun. Detail bentuk, ukuran dan material perabot juga tidak boleh membahayakan anak. Selain itu, soket listrik sebaiknya memakai tutup pengaman.

Semua aspek di atas telah diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang, termasuk aspek perkembangan anak. Biasanya aspek perkembangan anak tersebut dibagi berdasarkan kelompok usia, yaitu toddler (anak usra 0 – 7 tahun), child ( anak rusia 7 – 14 tahun), dan remala, (anak usia 14 21 tahun).

Kegiatan toddler cenderung pasif dan bergantung pada orang dewasa, seperti tidur, menyusu dan berganti pakaian. Untuk itu, kamar mereka biasanya membutuhkan boks / tempat tidur, meja rawat, lemari penyimpanan dan kursi santai untuk ibu atau perawatnya. Kamarnya dapat menyatu dengan kamar orang tuanya, namun ada pula yang ditata bersebelahan atau terpisah berupa ruang anak tersendiri. Meskipun begitu, sebaiknya seorang anak harus diajar mandiri sejak dini.

Warna dan corak yang lembut memang menjadi pilihan favorit untuk berbagai desain kamar bayi. Secara fisik kondisi mata bayi yang sensitif terhadap cahaya dan rentan terhadap berbagai penyakit, sehingga ruang sebaiknya diberi penerangan alami. Hal penting lainnya adalah antisipasr perubahan fungsi perabot bayi bila mereka beranjak balita, misalnya boks bayi dapat diubah jadi dipan duduk atau tempat tidur rendah.

Anak usia 7 – 14 tahun ini cenderung aktif bergerak, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mulai meniru tokoh tertentu terutama orang tuanya. Desain ruang sebaiknya dapat menciptakan suasana ceria, merangsang kreativitas dan ada segi pendidikan. Dianjurkan pemakaian warna-warna primer dan kontras, motif berbentuk geometris, perabot dengan tema tertentu dan area bermain yang sesuai dengan usia mereka. Khususnya untuk desain interior kamar tidur anak perempuan yang cenderung memilih warna-warn soft dan fun, menjadikan daya motorik anak semakin berkembang.

Khusu untuk kamar tidur anak laki-laki, Bentuk perabot dapat meniru miniatur benda tertentu, yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dihadirkan tempat tidur yang menyerupai mobil balap, seperangkat meja dan kursi kecil seperti suasana ruang tamu. Salah satu dinding dapat berupa papan tulis yang sekaligus berfungsi sebagai papan tempel hasil karya mereka. Lemari penyimpanan dan lemari pajangjuga dapat disediakan untuk menampung mainan mereka.

Remaja mulai memiliki aktivitas di luar rumah dan melakukan kegiatan bersama dengan orang lain. Mereka mulai serius belajar, suka berkumpul dan bermain dengan teman, mempunyar hobi mengkoleksi sesuatu. Semuanya hendaknya diperhatikan dalam penataan kamar remaja. Anak usia tersebut sudah dapat memilih sendiri desain kamarnya, dan sering mengacu ke gaya tertentu, yang menjadi minat mereka.

Mereka juga cenderung berperilaku seperti orang dewasa, mulai menuntut privasi dalam mendesain kamar mereka, meskipun kegiatan ini masih didominasi faktor belajar dan bermain. Pilihan minat dan hobi yang berbeda dengan anak-anak akan terlihat pada ekspresi penataan kamarnya, misalnya desain interior kamar tidur anak perempuan minimalis ini kebutuhan meja rias dan cermin juga sangat penting. Di samping itu, di zaman modern ini mereka membutuhkan pula meja untuk peralatan komputer dan tempat untuk peralatan musik dan sound system yang mendukung.