Cara renovasi rumah murah meriah 2 lantai bertajuk kamboja

Desain unik pagar dan secondary skin yang memberi karakter pada bangunan sekaligus mendukung kebutuhan pemilik. cara renovasi rumah murah meriah yang berhasil akan mendukung seluruh kebutuhan pemiliknya tanpa meninggalkan aspek estetika. Bagi setiap orang kebutuhan itu berbeda, sehingga renovasi rumah murah pun sangat beragam. Unik. Sesuai karakter dan kebutuhan pemiliknya.

Seperti pada rumah yang berada di kawasan Bintaro ini. Desain fasadnya sangat unik. Wajah rumah seperti dibungkus oleh selaput besi. Berwarna putih dan berlubang pada beberapa bagian. Fisik fasad yang unik ini hadir karena kebutuhan pemilik rumah yang juga unik. Titi Utami dan keluarga tinggal bersama lima ekor anjing peliharaan mereka di rumah ini. Memelihara lima ekor anjing di kompleks perumahan cukup merepotkan. Ada kekhawatiran peliharaan mereka akan mengganggu tetangga jika dibiarkan berkeliaran.

Membiarkan anjing di rumah saja juga tak baik buat anjing- anjing itu. Bisa bosan dan stres. Titi mengonsultasikan hal ini kepada Budi Pradono, arsitek yang mendesain rumahnya, Dari sekian banyak kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Budi juga memberi perhatian kepada kebutuhan peliharaan pemilik rumah. “Pemilik rumah sayang banget sama anjing-anjingnya. Saya juga senang anjing.” Kata Budi, “Perbandingan manusia dengan anjing yang menghuni rumah ini, kan, lebih banyak anjing. Jadi mesti diperhatiin kebutuhannya. Mendesainnya buat anjing juga,” tambah Budi setengah bercanda. Namun, ini menunjukkan perhatian arsitek pada hal yang terkadang dianggap sepele.

Wajah baru

renovasi rumah murah 2 lantai Titi ini merupakan bentuk dari CSB (Corporate Social Responsibilities) dari Budi Pradono Architect, Bukan semata keuntungan ekonomi. Budi juga melihat adanya kepentingan riset dan tanggung jawab perusahaannya dalam renovasi rumah murah 2 lantai Titi. Wajah rumah Titi mengalami perubahan yang sangat drastis dibandingkan dengan rumah lamanya.

Seluruh kulit luar rumah dilepas. Nyaris tidak ada bagian dari fasad rumah lama yang tersisa. Atap pelana diganti dengan dak beton. Kebetulan menambah lantai luga merupakan bagian dari renovasi yang d lakukan Titi. Dinding, kusen, serta atap carport juga dibongkar dan diganti baru. Budi mendesain pagar dengan detail garis-garis diagonal seperti percabangan tanaman, Pagar lipat itu dibuat semi transparan dengan diberi lubang dan sobekan-sobekan.

Tujuannya agar anjing peliharaan pemilik rumah dapat tetap melihat ke luar, tanpa meninggalkan rumah Desain yang sama juga digunakan Budi untuk atap carport dan secondary skin yang melapisi dinding lantai dua Awalnya Budi berencana menggunakan panel pedorasl untuk pagar. Namun, untuk menghemat dana, ia kemudian meminta kontraktor untuk menggunakan pelat besi biasa yang dilubangi secara manual. Pada awalnya Budi berencana membuat pagar, secondary skin dan atap carport yang menyatu. Seperti yang ia tunjukkan di maketnya. Benar-benar seperti kulit yang membungkus seluruh muka bangunan. Rencana ini dibatalkan karena besarnya biaya yang diperlukan.

Inspirasi pohon kamboja

Pola percabangan tanaman yang digunakan Budi untuk pagar dan secondary skin diperolehnya dari struktur cabang pohon kamboja. Bukan sekadar meniru bentuk tajuk tanaman eksotik itu, Budi dan timnya melakukan riset sebelumnya. Mereka menghitung kombinasi sudut pada percabangan kamboja, yang menghasilkan bentuk yang menarik. Bentuk tajuk dan kombinasi sudut itu kemudian diterapkan pada cara renovasi rumah murah ini.

Budi juga menggunakannya pada beberapa desain bangunan lainnya yang ia buat. Aplikasi pola tajuk kamboja yang diterapkan Budi pada desain rumah ini berhasil memenuhi kebutuhan seluruh pemilik rumah. Termasuk anjing peliharaan Titi yang kini bisa leluasa melihat pemandangan di luar.