Cara Pemilihan Warna Keramik Lantai Yang Tepat

Pemilihan keramik lantai sebagai penutup lantai merupakan terapan pemakaian keramik yang paling dominan. Pememilihan keramik untuk penutup lantai ada seninya, karena masing-masing ruangan memiliki kebutuhan yang disesuaikan dengan fungsinya. Ada tiga aspek yang menjadi pertimbangan ketika memutuskan pilihan untuk pemilihan warna keramik lantai sebagai penutup lantai. yaitu fungsi ruangan, benda apa saja yang akan diletakkan diatasnya dan perlakuan apa yang biasa dialami oleh lantai tersebut.

Penjabaran pertimbangan-pertimbangan tersebut akan mengurangi resiko di kemudian hari yang disebabkan karena kekeliruan pada tahap pemilihan jenis keramiknya. Untuk rumah tinggal kita bisa membedakan area ruangan berdasarkan fungsinya. Mulai dari luar ada area carport teras. ruang tamu/layer. dapur, kamar mandi, ruang keluarga dan kamar tidur. Carport berada di luar dengan mendapat pengaruh panas dan hujan langsung yang menimpanya sepanjang hari Beban untuk carport lebih besar dari pada teras karena menjadi tempat parkir dan lalu lalang mobil.

Ukuran mobil juga mempengaruhi beban yang harus ditopang oleh keramik. mobil berukuran besar lebih berat dari pada mobil yang lebih kecil. konsekuensinya harus dipilih jenis keramik lantai yang memiliki kekuatan yang lebih baik. Sedangkan untuk ruang dalam yang perlu aktivitas yang lebih mobile seperti dapur, diperlukan permukaan lantai yang tidak licin sehingga tidak menghambat gerak ketika beraktivitas. Kamar mandi merupakan area yang paling basah dan lembap. Keramik penutup lantai yang memiliki tingkat porisitas 0 % merupakan pilihan terbaik untuk area ini.

Tidak perlu repot-repot untuk membuat dekorasi pada permukaan lantai jika nantinya begitu banyak furnitur yang akan ditempatkan di atasnya. Sehingga keindahan dekorasi keramik yang sudah dirancang dan mahal harganya menjadi tidak maksimal karena tertutupi oleh furnitur yang dirancang tidak saling bersinergi. Permasalahan sederhana ini paling sering ditemui pada rancangan penutup lantai sebuah bangunan rumah tinggal. Pola dekorasi lantai menjadi efektif untuk ruang-ruang yang ‘terbuka’ misalnya foyer dan selasar yang biasanya hanya digunakan untuk transisi tanpa ada furnitur berlebih yang menutupinya. Dalam proses pemeliharaannya.

Lantai yang sering diberi perlakuan khusus untuk membersihkan lantai cenderung lebih mudah menjadi licin. Itu sebabnya untuk area-area yang tingkat aktivitasnya tinggi perlu diim- bangi dengan pemakaian keramik lantai yang .bertekstur sehingga membantu mengurangi tingkat ke-Iicin-annya. Teras yang terbuka sangat terpengaruh pada cuaca yaitu sorotan sinar matahari dan hujan yang berakibat langsung pada kualitas titik permukaannya seperti warnanya yang memudar serta proses terbentuknya lumut yang menyebabkan licin. Frekwensi gesekan kaki yang tinggi juga sering menyebabkan berkurangnya kekuatan glazur yang melapisi permukaan keramik &bahwa akan menurunkan tingkat porisitasnya.

Untuk area-area yang beresiko seperti ini perlu menggunakan keramik yang tingkat parisitasnya mendekati 0 %. Contoh dari produk ini adalah keramik dengan titel ‘gress’ untuk spesifik produknya. Warna dan tekstur turut memegang peranan lainnya dari segi estetika, selain pertimbangan peletakan pola yang dihubungkan dengan peletakan furnitur. Berkaitan de- ngan itu ada baiknya bila warna dan tekstur keramik lantai disesuaikan dengan elemen interior lainnya seperti dinding. furnitur. pencahayaan serta plafon Bisa dibayangkan dalam suatu mangan ada satu elemen yang menjadi focal point. sedangkan elemen lainnya menjadi elemen yang menunjang keindahannya. Pada saat dinding menjadi eye catcher maka elemen lainnya termasuk elemen lantai sebaiknya tidak tampil ‘ melebihi “ tampilan dinding.