Cara Menata Ruang Keluarga Untuk Rumah Minimalis

Menghitung kebutuhan ruang

Hanya anda dan keluarga yang seluruhnya memahami kebutuhan ruang untuk seluruh keluarga. Untuk mendapatkan rumah yang lapang (spacious), sebaiknya anda membuat daftar ruang yang betul-betul diperlukan dan berguna untuk seluruh keluarga.

Renovasi rumah merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan masa depan. Untuk itu, perencanaan clan perancangannya harus direncanakan juga hingga beberapa tahun ke depan. Apabila sebelumnya sudah direncanakan dengan matang, pekerjaan renovasi menata ruang keluarga yang melelahkan ini tidak akan mengganggu lagi di kemudian hari. Untuk menentukan seberapa besar kebutuhan melakukan renovasi. Anda harus membuat daftar ruang yang dibutuhkan. Setelah daftar seluruh kebutuhan ruang didapat, buatlah seleksi atau daftar prioritas. Ruang yang paling dibutuhkan berada di nomor 1, dan seterusnya hingga yang paling tidak penting atau tidak mutlak dibangun.

Setelah daftar kebutuhan ruang dan prioritasnya selesai dibuat, anda perlu menghitung luas masing-masing ruang agar nantinya bisa mendapatkan hasil akhir iuas rumah seluruhnya. Untuk menata ruang keluarga ada cara mudah yang bisa anda gunakan. Jumlahkan “luas permukaan” furnitur atau perabot yang biasanya digunakan di ruangan tersebut ditambahkan dengan area sirkulasi dan fungsinya (misalnya bukaan pintu atau maju mundur kursi). Sirkulasi harus diperhitungkan karena. Bagaimanapun, anda dan keluarga memerlukan ruang gerak untuk berjalan dan beraktifitas.

Menghitung luas ruang tidur utama

Furnitur yang biasa atau umumnya digunakan adalah

  1. Tempat tidur
  2. Lemari pakaian
  3. Meja tulis/meja rias
  4. Meja samping/nakas

Menghitung luas ruang tidur anak

Furnitur yang biasa atau umumnya digunakan adalah

  1. Tempat tidur
  2. Lemari pakaian
  3. Meja tulis/meja rias

Menghitung ruang tangga

Ukuran anak tangga yang ideal adalah sebagai berikut.

  1. Tinggi anak tangga ideal 15 – 18 cm. Lebih tinggi dari itu, tangga akan menjadi curam dan melelahkan untuk dinaiki.
  2. Lebar injakan adalah 30 cm. Lebih kecil dari angka ini, anak tangga menjadi sempit dan sulit untuk melangkah sewaktu turun. Lebih lebar dari angka tersebut, tangga akan menjadi panjang sehingga membutuhkan ruang lebih luas.

Ada beberapa rumus yang digunakan untuk menghitung tangga. Salah satu yang paling sederhana adalah sebagai berikut.

Misalnya tinggi dari lantai satu ke lantai dua adalah 330 cm, maka

– jumlah injakan 330 : 15 [tinggi anak tangga) = 22 injakan (injakan ke-23 adalah lantai 2)

– panjang tangga seluruhnya 22 x 30 (lebar injakan) = 660 cm (6,60 m)

– luas ruang tangga 660 x 75 (lebar tangga yang bervariasi) = 495 cm! (4,95 m2). ‘