Bukit Tinggi Terkenal Dengan Jam Gadang Yang Sudah Landmark

Keunikan jam berukuran raksasa ini adalah angka empat yang tertulis IIII bukan IV. ketika bercokol di Bengkulu, Benteng Marlborough ini terletak berhadapan dengan kampung Cina, Bangunannya lengkap dengan parit-parit, jembatan yang bisa diangkat dan diturunkan dan ruang-ruang bawah tanah, Lokasi benteng ini sangat strategis menghadap ke Samudra Hindia. Luas areal benteng sekitar 44.100 meter persegi, Bangunan benteng sangat unik berbentuk sepert kurakura, Disekeliling benteng terdapat parit-parit pertahanan dan tiga jembatan penghubung yang sewaktu-waktu bisa diangkat, Benteng juga dilengkapi sejumlah ruang yang fungsinya antara lain untuk gudang penyimpan lada dan cengkeh,ruang tahanan, gudang senjata, logistik dan kantor, Di bagian tengah benteng terdapat taman-taman bunga yang disela-selanya banyak terdapat meriam kuno peninggaian kaum penjajah.

Bukttinggi terkenal dengan Jam Gadang, Jam Gadang sudah merupakan landmark kota Bukittinggi. Jam ini memang berukuran raksasa, ditopang oleh menara yang tinggi beratapkan khas rumah Minangkabau, Keunikan Jam Gadang adaah angka empat yang tertulis llllĀ  bukan lV Dan puncak menara, wisatawan dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittingg yang dilatarbelakangi gunung Merapi, Singgalang, dan Gunung Sago, Jam

Gadang, dibangun pada zaman pemerintahan Belanda tahun I827 oleh Rook maker. JamĀ  Gadang ini berdiameter 80 cm d topang oleh menara berbentuk segi empat, Diperlukan waktu tiga tahun mengelakan bangunan tersebut mulai tahun 1924 dan selesai tahun 1927, Jam tersebut buatan Jerman yang didatangkan dar Rotterdam, Belanda. Jam itu tiba pada tanggal 5 Oktober 1926 melalui pelabuhan Teluk Bayur dan diangkut ke Bukit tinggi lewat jalan darat.

Di Padang terdapat masjid Ganting yang berlokasi di jalan Ganting Padang, Masjid ini didirikan pada tahun 1815, Arstektur masjid Ganting in merupakan perpaduan antara gaya tradisional dan Eropa. Hasilnya memang unik, Di dalam masjid terdapat 25 tiang yang merupakan simbol 25 rasul bagi umat islam, Di tengah masjid ada mimbar dan juga tangga ke puncak masjid, Konon mimbar itu adalah sumbangan dari seorang Cina lslam yang kaya raya, Tidak heran bila ukir-ukiran di mimbar merupakan perpaduan antara budaya Cina dan kekhasan lslam. Salah satu gedung kuno di Medan adaah Gedung Balai Kota Medan, Gedung ni terletak di kawasan lapangan Merdeka.

Bangunan utamanya dibangun oleh Belanda, tetapi menaranya merupakan sumbangan dari saudagar Cina bernama Tjong A Fie. Balai Kota Medan didesain Th C Boon tahun l908 dan kemudian direnovasi pada tahun 1923 oleh Hulswit dan Fermont dari Weltevreden yang bekerja sama dengan Ed Cuypers dari Amsterdam. Awalnya Bala kota Medan ini dipakai sebagai kantor Javasche Bank, Pada era tersebut di Medan terdapat saudagar CinaTjong A Fe yang kaya dan berjiwa sosial, Tjong A Fre ini banyak menyumbang pembangunan untuk kota Medan, Selain itu di Medan ada beberapa gedung tua seperti Gedung London Sumatra (Lonsum) ieretak di Jalan Ahmad Yani. Bangunan ini berkesan kuno penuh dengan jendela-jendela serta pilar-pilar yang mengagumkan.